Perempuan Giriloyo dan canting yang tak pernah dingin
Dua puluh empat pembatik bergiliran mengerjakan satu kain. Namanya dicatat di label, bukan disembunyikan.
Laras Wening 1 menit baca
Di Giriloyo, batik tulis dikerjakan di teras rumah. Kompor kecil berisi malam menyala dari pagi, dan canting berpindah tangan dari ibu ke anak.
Kelompok Sekar Jagad memutuskan setiap kain membawa nama pembatiknya. Pembeli tahu siapa yang membuat klowongan, siapa yang mengisi isen-isen, dan siapa yang mewarnai.
“Dulu kami hanya disebut pengrajin. Sekarang orang menanyakan nama kami.”
Pewarna alam membuat prosesnya lebih lama. Kain dicelup belasan kali dalam rebusan kulit kayu sebelum warnanya cukup dalam.
