Kotagede, kota perak yang dibangun dari kesabaran
Filigri adalah kawat perak setipis rambut yang dipilin satu per satu. Generasi ketiga Wiryo masih mengerjakannya dengan tangan.
Bayu Aji Nugroho 1 menit baca
Bengkel kecil di belakang rumah keluarga Wiryo selalu berbau arang. Di meja kerja, kawat perak dipanaskan, dipilin, lalu dibentuk mengikuti pola yang digambar di kertas.
Satu cincin filigri motif kawung bisa menghabiskan satu hari penuh. Kesalahan kecil di awal akan terlihat di akhir, jadi pekerjaan tidak bisa dikebut.
“Mesin bisa membuat bentuknya. Yang tidak bisa dibuat mesin itu napasnya.”
