Tiga minggu untuk satu Arjuna
Pak Darmo membawa meja tatahnya ke Lorong Kriya. Pengunjung bisa menonton kulit kerbau berubah jadi tokoh wayang.
Laras Wening 1 menit baca
Pukul sepuluh pagi, Sudarmo sudah duduk bersila di lapak LK-07. Di depannya selembar kulit kerbau yang sudah dikerok tipis, dan sebaris pahat kecil yang ujungnya berbeda-beda.
Satu wayang Arjuna ukuran pakeliran butuh sekitar tiga minggu. Sebagian besar waktunya habis untuk menatah, membuat ribuan lubang kecil yang nanti membentuk motif kain, perhiasan, dan rambut.
“Kalau terburu-buru, kulitnya sobek. Wayang itu mengajari sabar dulu, baru mengajari cerita.”
Dari Pucung ke Mangkubumi
Pucung di Bantul dikenal sebagai kampung penatah wayang. Pak Darmo belajar dari pamannya sejak usia empat belas. Di Oase, untuk pertama kalinya ia bekerja di depan orang banyak.
Wayang besar dibuat sesuai pesanan. Untuk yang ingin membawa pulang hari itu juga, ada gantungan kunci dari sisa potongan kulit, ditatah dengan pahat yang sama.
